Seorang santri alumnus sebuah pesantren membuka praktik perdukunan. Ia mengiklankan diri mampu menemukan dan menarik harta karun gaib dengan tingkat keberhasilan 99,9%. Seorang Pejabat Tinggi tertarik untuk menggunakan jasanya. Singkatnya, Pak Pejabat ingin bertandang langsung ke rumah si santri guna prosedur lebih lanjut.
Sesampainya di rumah si santri, Pak Pejabat mendapati anak lelaki si santri yang baru berumur 4 tahun tengah menangis meraung-raung. Rupanya kucing kesayangan si anak hilang. Si santri dan istrinya berusaha menenangkan anak itu, namun tak berhasil. Si kucing tak juga ditemukan, walaupun mereka telah kalang kabut mencari kesana-kemari.
“Kalau Anda sakti, kenapa mencari kucing yang hilang saja kok tak bisa? Wah, kamu pasti dukun palsu ya?!” tanya Pak Pejabat heran dan penuh kecurigaan.
Si santri tak mampu menjawab, mukanya pucat disertai keringat dingin bercucuran. Pak Pejabat meninggalkan rumah si santri sambil marah-marah. Peristiwa itu diketahui oleh orang sekampung dan membuat si santri dan keluarganya malu. Merasa “dijewer” Allah si santri insyaf, kembali ke jalan yang benar.
(Dari Kumpulan Humor Pribadi – Pernah dimuat di Majalah Ghoib)