Insyaf

Januari 14, 2008 oleh mtyo

Seorang santri alumnus sebuah pesantren membuka praktik perdukunan.  Ia mengiklankan diri mampu menemukan dan menarik  harta karun gaib dengan tingkat keberhasilan 99,9%.  Seorang Pejabat Tinggi tertarik untuk menggunakan jasanya.  Singkatnya, Pak Pejabat ingin bertandang langsung ke rumah si santri guna prosedur lebih lanjut.

 

Sesampainya di rumah si santri, Pak Pejabat mendapati anak lelaki si santri yang baru berumur 4 tahun tengah menangis meraung-raung.  Rupanya kucing kesayangan si anak hilang.  Si santri dan istrinya berusaha menenangkan anak itu, namun tak berhasil.  Si kucing tak juga ditemukan, walaupun mereka telah kalang kabut mencari kesana-kemari.

 

“Kalau Anda sakti, kenapa mencari kucing yang hilang saja kok tak bisa? Wah, kamu pasti dukun palsu ya?!” tanya Pak Pejabat heran dan penuh kecurigaan.

 

Si santri tak mampu menjawab, mukanya pucat disertai keringat dingin bercucuran.  Pak Pejabat meninggalkan rumah si santri sambil marah-marah.  Peristiwa itu diketahui oleh orang sekampung dan membuat si santri dan keluarganya malu.  Merasa “dijewer” Allah si santri insyaf, kembali ke jalan yang benar.

 

(Dari Kumpulan Humor Pribadi – Pernah dimuat di Majalah Ghoib)

Makan di Pinggir Jalan

Januari 14, 2008 oleh mtyo

Andi adalah seorang anak yang cerdas namun polos.  Suatu hari ia mengalami gejala gangguan penyakit dan memeriksakan diri ke dokter.  Hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa ia mengalami gejala penyakit tipes.  Keterangan dari dokter menambahkan, kuman penyakit tersebut kemungkinan masuk ke tubuh Andi melalui makanan atau minuman yang kurang terjaga kebersihannya.  Arman, kakak Andi mengaitkannya dengan kebiasaan Andi makan jajanan di pinggir jalan.

 

Arman  :     “Makanya jangan suka makan jajanan di pinggir jalan!”

Andi     :     “Tidak kak, aku yakin apa yang aku lakukan sudah benar!”

Arman  :     “Benar bagaimana…? Buktinya tuh kamu jadi sakit!

Andi    :   “Kakak ini bagaimana, aku makan  jajanan di pinggir jalan kok disalahkan.  Kalau aku makan jajanannya di tengah jalan ya aku bisa celaka ditabrak kendaraan yang lewat dong kak…?!!

Arman :       …???!!!

(Dari Kumpulan Humor Pribadi)

Niat Shalat

Januari 14, 2008 oleh mtyo

Seorang ustadz yang bijak, ditanya oleh seorang pria yang belum lama memeluk Islam (mualaf).

Mualaf   :   “Saat kita akan mendirikan shalat, ada pendapat yang mengatakan niat shalat itu harus dilisankan.  Namun pendapat lain mengatakan niat itu cukup di hati.  Manakah yang benar ustadz?”

Ustadz   :   “Keduanya benar dan sah.”

Mualaf   :   “Kalau dua-duanya benar, berarti tidak ada

yang salah ustadz?”

Ustadz   :   “Yang salah itu ya, yang tidak pernah niat karena tidak

pernah shalat, he…he…he!”

Si mualaf tersenyum mendengar jawaban sang ustadz yang serius,

namun disampaikan dengan nada humor.

(Dari Kumpulan Humor Pribadi)

Renungan

Januari 12, 2008 oleh mtyo

Kita menyebut diri mulia dihadapan manusia

Tapi dihadapan Allah, Tuhan kita

segala topeng yang kita punya

yang kita puja

yang kita agung-agungkan

dan yang setiap saat kita kenakan

sungguh tak ada artinya

Mari bertanya pada nurani

tidakkah syahadat yang kita lafalkan setiap hari

masih sekadar basa-basi…?

(Magelang, 8 Ramadhan 1426 H/ Dari Kumpulan Puisi Pribadi)

Haruskah Mengalami Dulu?

Januari 12, 2008 oleh mtyo

Suatu hari seorang mubaligh muda yang belum menikah tengah memberikan ceramah pernikahan.  Sesaat setelah selesai menyampaikan tausiyahnya, tiba-tiba ia ditegur oleh seorang mubaligh senior yang telah menikah.

“Kamu kan belum menikah, berani-beraninya memberikan ceramah pernikahan?” tegur sang mubaligh senior.

“Kemarin juga saya lihat bapak berani memberikan ceramah kematian.  Padahal bapak sendiri juga kan belum pernah merasakan kematian?!” jawab sang mubaligh muda yang cerdik itu dengan tenang.

 

(Dari Kumpulan Humor Pribadi)

Akhirnya…

Januari 12, 2008 oleh mtyo

Akhirnya…tercapai juga keinginan nulis di blog (sendiri).  Terus terang masih rada aneh, hehe…karena biasanya lebih banyak nulis untuk dikirim ke media langsung, atau nulis di buku harian untuk konsumsi pribadi.

Semoga apa-apa yang saya tulis di blog ini bisa bermanfaat.  Bukan hanya buat diri sendiri (sebagai tempat curhat, bahan informasi dan kontemplasi), tapi juga buat siapapun yang membacanya.

Bintaro, 26 Desember 2007

Salam,

Mastiyok

Negeriku Negeri Lautan

Januari 12, 2008 oleh mtyo

Negeriku negeri lautan

lautan lumpur panas

lautan air hujan yang kehilangan lahan serapan

lautan virus avian

lautan kemarahan

lautan kecerobohan

lautan puing

lautan api

lautan janji tanpa bukti

lautan manipulasi

Dari Sabang hingga Merauke

lautan…lautan…lautan…

Indonesiaku lautan air mata

 

(Dari Kumpulan Puisi Pribadi)